Organisme Itu Punya Spirit

Terima kasih Mas Budi… Sangat inspiratif… Memang banyak yang terjebak pada idealisme pribadi, sehingga lupa bahwa sebuah organisme itu punya spirit yang akan berkembang menjadi pribadi-pribadi/kelompok ini persona yang mempunyai karakter sangat berbeda dengan yang membangun atau bahkan merawatnya.

Semoga kita sebagai bagian dari proses perkembangan organisme dan kita sendiripun sebuah organisme, tidak akan pernah menjadi orang yang “sakit sejak dari pikiran” sehingga yang berjalan adalah pikiran kita sendiri tanpa melihat siapa dan konteks apa yang kita hidupi.

Dalam mengembangkan relasi dan proses pemberdayaan, saya hanya berprinsip, “quid quid recipitur, recipitur secundum recipientis” bahwa “apapun yang kita berikan akan diterima oleh si penerima dengan cara si penerima, dan bukan cara kita” hanya kemasan sistem yang akan membedakan outputnya.

So…demikian juga program desa lestari akan berjalan secara implementatif dan logic, jika 3 pendekatan dasar: bina organisasional, bina lingkungan (dalam arti luas) dan bina persona berjalan secara simultan dan holistik tanpa imposisi kita, karena kita ada sebagai mitra mereka.

Ini sekedar teringat kembali akan prinsip menghidupi spirit ber-NGO ria….

Salam,

F.F. Sri Purwani